Kenapa Harus Hidup ?

P7130289

Seringkali muncul pertanyaan di benak kita apa arti kehidupan ini. Kenapa Tuhan menciptakan kehidupan ini? Apabila tuhan memberi kebebasan terhadap manusia untuk memilih jalan hidupnya, apakah Tuhan juga memberi kebebasan pilihan kepada manusia untuk memilih dilahirkan atau tidak? Ketika sudah dilahirkan, apakah ada jalan untuk memilih tidak ada (dilahirkan)?

Kehidupan dunia ini merupakan ladang pemberian Allah Sang Pencipta kepada hamba-Nya untuk dimanfaatkan sebisa mungkin demi melakukan pengabdian (ibadah) hamba kepada Sang Pencipta. Kita hidup untuk mengabdi kepada-Nya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar beribadah kepada-Ku (Q.S. adz-Dzâriyât [51]: 56).

Hidup ini juga bagaikan sebuah arena perlombaan yang Maha Besar. Pemenangnya akan diumumkan kelak di hari Kiamat. Coba kita renungkan firman Allah berikut ini: Maha Melimpah kebijakan Dia Yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu; Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, (sehingga Dia mengetahui di alam nyata) siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun (Q.S. al-Mulk [67]: 1-2). Jadi, hidup ini adalah ajang ujian untuk kemudian ditentukan kelak siapa yang lulus dengan baik dan siapa yang gagal.

Di sisi lain, kita diciptakan untuk hidup, bukan untuk mati. Untuk ada, bukan untuk tidak ada atau musnah. Maka kematian, dengan begitu, bukan akhir dari segalanya. Kematian justru merupakan awal dari sebuah kehidupan yang baru, kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang sempurna. Dan tidaklah kehidupan dunia ini (khususnya bagi orang-orang kafir) melainkan kelengahan dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat ialah kehidupan sempurna jika seandainya mereka (memiliki pengetahuan, patilah) mereka mereka mengetahui (perbedaan antara keduanya) (Q.S. al-‘Ankabût [29]: 64).

Manusia diberi kebebasan untuk memilih dalam banyak hal, tetapi tidak dalam beberapa hal. Untuk terlahir dan hidup di dunia, kita hanya bisa menerima. Tetapi bagaimana menjalankan hidup ini, kita boleh memilih. Dan kita bertanggung jawab atas pilihan itu. Kita terlahir dari rahim ibu kita yang bernama A, misalnya, juga sesuatu yang hanya bisa kita terima. Kita tidak bisa memilih supaya lahir dari rahim ibu yang bernama B. Karena itulah kita tidak boleh memilih mati dengan cara kita. Kita tidak boleh memilih untuk tidak ada. Kita harus tunduk pada kehendak Allah untuk menjadi ada. Kita tidak boleh membunuh diri kita sendiri supaya tidak ada, karena Allah menghendaki kita untuk hidup dan ada, dan baru akan mematikan kita pada saatnya.

Demikian, wallahu a’lam.
[Ditulis oleh : Muhammad Arifin – Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur`an]
Alifmagz.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s