Ide Liar Untuk Menakhlukan Kalkun Turkey

Menu daging kalkun bakar yang disantap dengan nasi dan soda markisa.

Menu daging kalkun bakar yang disantap dengan nasi dan soda markisa.

Setelah sempat “keblasuk-keblasuk” di Jogja mengurus dokumen di kantor KEMUNKUMHAM Jogja, saya menyempatkan diri untuk mencoba sebuah warung yang menyediakan hidangan utamanya daging Kalkun Turki. Warung Kalkun tersebut meng-klaim “satu-satunya di Indonesia”

Rasa penasaran yang besar bagaimana rasa sebuah daging Kalkun, ditambah lagi karena saya punya ide membuat sebuah restoran first class dengan menu andalan Kalkun sejak lama membuat saya sangat antusias mengulik konsep tempat, menunya, pelayanannya, dan tentunya daging kalkun itu sendiri.

Setelah mencoba, rasa daging kalkun memang berbeda dari daging ayam maupun bebek. Kalkun dari warung tersebut enak dinikmati dan memang punya citarasa sendiri, teksturnya juga lebih keras dibanding ayam.

Tapi saya berpikir, setelah rasa penasaran saya terpuaskan “bagaimana rasa daging kalkun” apakah saya akan terus mencobanya? Saya jawab, “Mungkin tidak (terlepas dari masalah harga).” Tidak ada yang begitu spesial dari menu Kalkun yang dihidangkan warung tersebut selain menjual rasa penasaran “bagaimana rasa daging kalkun” yang menurut saya perbedaannya tidak terlalu jauh dari ayam ataupun bebek.

Jika saya ingin terus melanjutkan ide liar saya membuat restoran first class dengan menu utama daging kalkun, saya harus memberikan inovasi yang begitu spesial pada menu kalkun saya sehingga punya magnet yang begitu besar selain rasa penasaran bagaimana rasa kalkun. Harus ada alasan yang kuat kenapa konsumen harus selalu memakan daging kalkun. Harus bisa mengalahkan kompetitor langsung seperti warung kalkun pertama di Indoensia tadi dan juga kompetitor yang sudah mapan di lidah masyarakat seperti ayam, bebek, dan makanan lainnya.

Masalah lain yang perlu ditakhlukkan adalah ketersediaan bahan baku daging kalkun yang sangat sulit ditemukan. Warung kalkun tadi punya peternakan Kalkun jenis Turkey sendiri.

So, apakah ide liar kalkun ini akan terlaksana ataukah berganti ide liar lainnya. Entah, alam pikir saya memang liar. Haha

Follow saya di twitter @Khoyrulfauzan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s