Satu Tahun Memulai “Nyurung Gerobak” Popipop Noodles Soup

Tepat satu tahun yang lalu dari hari ini, yaitu 8 Oktober 2012 saya yang waktu itu berusia 21 tahun bersama kedua adik saya, An Nisaa Nur Hasanah (17th) dan Rizal Hafidho Haq (14 tahun) memulai hari pertama berjualan Noodles Soup Pasta, semacam mie kuah pasta, dengan mengusung brand “Popipop Noodles Soup.”

Founder Popipop Noodles Soup: Khoyrul Fauzan, An NIsaa Nur Hasanah, & Rizal Hafidho Haq.

Founder Popipop Noodles Soup: Khoyrul Fauzan, An NIsaa Nur Hasanah, & Rizal Hafidho Haq.

Terbilang nekad untuk memulai usaha ini, dimana kami tidak punya modal sama sekali, cuma berbekal ide, tekad yang kuat, dan doa kepada Tuhan Pencipta kami. Lantas bagaimana ceritanya bisa memulai usaha ini?

Di usia muda bagi saya adalah kesempatan terbesar untuk mengembangkan diri dan salah satunya dengan berwirausaha, bukannya malah berlindung dibalik kata “menikmati masa muda” yang cenderung foya-foya. Setelah memantapkan diri untuk memulai usaha, kemudian saya berdiskusi panjang dengan kedua adik saya agar mereka berani bergabung saya untuk memulai sebuah usaha yang entah pada saat itu belum tau apa.

Setelah memulai proses panjang pemilihan sebuah ide usaha dan melihat potensi pasar anak muda di bidang kuliner, kami memutuskan membuka sebuah usaha kuliner, tapi harus punya Unique Selling Point yang kuat. Karena saya punya prinsip tidak mau jadi yang biasa-biasa saja, kalau mau luar biasa harus punya ide, mimpi, tindakan, dan doa yang besar.  Melalui proses brain stroming panjang, dan bahasannya dari pagi sampai malam tiap bertemu kedua adik saya tentang ide bisnis apa yang cocok, akhirnya kami memutuskan membuka sebuah warung mie tapi ngak mau yang biasa-biasa saja, harus ngak pernah ada sebelumnya, diberi pembeda dengan menggunakan bahan Mie Pasta, dibuat seperti Ramen Jepang, konsep kedai unik khas Oriental, dan harus resep sendiri.

Prinsip saya, “Lakukan apa yang bisa dilakukan.” Kami memang tidak punya modal sama sekali, tapi kami bisa melakukan apa yang harus dilakukan dulu seperti menuangkan ide yang liar tersebut menjadi sebuah ide yang siap dieksekusi.

Kemudian kami membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Saya bertugas membuat konsep usaha yang dituangkan dalam sebuah proposal dan Bussiness Plan. Saya juga memberi motivasi penuh kepada kedua adik saya untuk pantang menyerah. Adik saya, An Nisaa Nur Hasanah bertugas sebagai Koki yang menuangkan konsep liar resep “noodles soup pasta”, dan Rizal Hafidho Haq bertugas membantu semua proses tersebut. Saya mewanti-wanti kalau belum enak jangan keluar berjualan.

40 hari melalui uji coba dapur, dan pantang menyerah untuk dapat menciptakan sebuah noodles soup pasta yang sangat lezat, lahirlah tiga buah menu andalan Meat Ball, Dried Shrimp, dan Hot Chili. Kami kemudian melakukan uji coba kepada pasar, dan hampir semua yang mencoba bilang ini enak.

Semangat kami makin menggebu, kami tidak sabar membuka usaha tapi terkendala modal. Kami terus berdoa, dan usaha kami saat itu jualan cerita kepada teman, kerabat, dan saudara ingin memulai usaha, tapi TIDAK MEMINTA pinjaman dana. Dari menjual cerita tersebut, Alhamdulillah banyak pihak yang menawarkan diri untuk bekerja sama menjadi investor.

Dari beberapa tawaran yang masuk, kami memilih investor yang paling cocok dengan kami. Kami mendapat investor dari Tante kami sendiri (Terima kasih sangat mendalam kepada beliau). Dana investasi yang kami dapatkan cukup untuk beli gerobak, peralatan, dan bahan yang digunakan untuk memulai usaha tapi tidak dengan sewa tempat.

Kembali pada prinsip ” “Lakukan apa yang bisa dilakukan.”, daripada menunggu kondisi ideal untuk sewa tempat dan pada akhirnya tidak buka-buka, kami nekat turun ke jualan di pinggir jalan alias jadi PKL. Alhamdulillah kami mendapat salah satu space di depan toko sepeda di jalan Kapten Pierre Tendean Nusukan Solo, kecil, sempit dan tidak ideal memang. Tapi tekad saya sudah bulat untuk MAJU!. Banyak sekali kekurangan pada hari pertama buka, dan kami terus memperbaikinya.

Gerobak pertama di Jalan Kapten Pierre Tendean 146.

Gerobak pertama di Jalan Kapten Pierre Tendean 146.

Suasana kedai di mungil Popipop Nusukan

Suasana kedai di mungil Popipop Nusukan

6

Setelah satu tahun berjalan, Popipop Noodles Soup yang mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak kini memiliki 3 cabang lainnya yaitu di Metta Fm Banjarsari, area belakang kampus Uiversitas Negeri Sebelas Maret, dan area kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kami saat ini juga memiliki crew yang sangat hebat, dan sangat berkontribusi terhadap perkembangan Popipop Noodles Soup.

800584404

Suasana Kedai Popipop Noodles Soup cabang Metta Fm Banjarsari Solo

visitor uns 2

Suasana Popipop Noodles Soup cabang UNS.

Kami rasa saat ini masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, dan kami siap untuk terus berproses.

Hari demi hari masih harus dilalui, proses perjuangan berdarah-darah harus terus dilalui dan saya percaya proses ini akan terus berlanjut. Tidak ada yang instan, semua butuh perjuangan. Jalan kesuksesan masih panjang. Terima kasih terhadap semuanya.

Semoga Tuhan Merahmati Kami dan Anda semuanya.

Follow saya di twitter @Khoyrulfauzan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s